Jombang, SEJAHTERA.CO – Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi santri di berbagai pondok pesantren di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Salah satu tradisi yang terus dilestarikan adalah ngaji kitab kilatan, kegiatan mengaji kitab kuning yang dilakukan secara intensif selama bulan suci Ramadan.
Di Pondok Pesantren Tebuireng, Diwek, Jombang, ribuan santri mengisi waktu ngabuburit dengan mengaji kitab kuning sembari menunggu waktu berbuka puasa. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari pendidikan keagamaan di pesantren.
Baca Juga :Laka Maut Kereta Api vs Motor, Warga Sempat Cari Tubuh Korban yang Sempat Terseret 200 Meter
Setiap harinya, santri mengikuti tiga sesi ngaji kilatan—pagi, siang, dan sore. Sedangkan malam harinya, kegiatan diisi dengan hantaman Al-Qur’an, yakni membaca dan memahami Al-Qur’an secara mendalam.
Berbagai kitab kuning dipelajari selama Ramadan, salah satunya adalah At-Tibyan, karya pendiri Nahdlatul Ulama, Syaikh KH Hasyim Asy’ari, yang membahas pentingnya silaturahmi dan bahaya memutuskannya.
Tak hanya di Tebuireng, santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang juga mengisi waktu dengan kegiatan keagamaan. Menjelang magrib, mereka mengikuti Kajian Ramadan, yang tidak hanya dihadiri santri, tetapi juga mahasiswa dan warga sekitar.



















