Baca Juga :Jabatan Kepala Kantor Imigrasi Kediri Bergeser, ini Sosok Penggantinya
Meski penuh dengan kegiatan keagamaan, para santri justru mengaku senang dan menikmati suasana Ramadan di pesantren.
“Kegiatan seperti ini membuat Ramadan kami lebih bermakna. Selain menambah ilmu, juga melatih kesabaran dan ketekunan dalam belajar,” ujar Muhammad Alfian Aziz, salah satu santri Tebuireng.
Sementara itu, KH Fahmi Amrullah Hadziq, pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng, menekankan bahwa Ramadan menjadi kesempatan bagi santri untuk memperdalam ilmu agama dengan lebih intensif.
“Tradisi ngaji kilatan ini sudah menjadi bagian dari budaya pesantren. Kami ingin santri tidak hanya sekadar menunggu berbuka, tapi juga memanfaatkan waktu dengan hal yang bermanfaat,” ungkapnya.
Dari Tebuireng hingga Darul Ulum, keseruan ngabuburit ala santri di Jombang tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga cara mengalap berkah di bulan Ramadan.



















