Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Berawal dari keresahannya melihat limbah kayu yang hanya berakhir di tungku api, membuat Heri Ismakut tergelitik untuk mengolahnya menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual.
Bermodal memiliki keahlian dalam mengukir, warga Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo tersebut menyulap kayu bekas menjadi barang antik. Dengan sentuhan teknik ukir tradisional dan pewarnaan khas tempo dulu membuat hasil karyanya banyak di dicari kolektor.
“Kayu apa saja bisa yang penting bisa dan mudah diukir,” ungkap Heri Ismakut kepada wartawan, Kamis (6/3/2025).
Baca Juga :Kisruh BBM Nonsubsidi Pemerintah, Konsumen Blitar Banyak Beralih ke Swasta
Di rumah sederhana miliknya, pria berusia 45 tahun ini mengolah kayu limbah hasil pembongkaran rumah hingga sisa mebel di sekitar desa.
Kayu yang tak terpakai itu kemudian diukir menjadi berbagai ornamen bernuansa Jawa, seperti Blawong (papan tempat keris) dan Blencong, lampu minyak yang biasa digunakan dalang saat pentas wayang kulit di masa lalu.



















