Blitar, SEJAHTERA.CO – Di Kabupaten Blitar ada pondok pesantren unik. Unik karena santrinya adalah para janda lanjut usia atau lansia. Pondok ini hanya ada pada Ramadan saja. Meski usia sudah uzur, para janda lansia tetap semangat nderes atau mengaji Al Quran.
Hawa panas menyelimuti di salah satu desa di Kecamatan Talun. Seiring dengan terik matahari yang mulai menyengat kulit, lamat-lamat terdengar suara nenek memecah kesunyian sudut di salah satu masjid. Suara itu dengan hati-hati melafalkan satu demi satu huruf Al Quran.
Sesekali, suaranya terhenti berganti dengan helaan nafas panjang. Ada pula suara yang diselingi dengan suara batuk.
Baca Juga :Persik Kediri Ingin Berkandang di Stadion Supriadi Kota Blitar
Itulah suasana para janda lansia yang sedang mengkaji Al Quran. Ada yang membaca ada pula yang menyimak. Ada pula yang membaca secara rombongan. Meski kerutan warna coklat dipadu bintik-bintik hitam di wajah, tak menyurutkan pada janda lansia untuk mengaji.
Mereka dengan semangat untuk memanfaatkan hari untuk belajar. Seakan tak rela, Ramadan lewat begitu saja tanpa diselingi dengan kegiatan keagamaan.
“Iya, saya sudah sejak Ramadan nyantri di sini. Mendalami agama untuk sangu akhirat nanti,” kata Istikomah.
Istiqomah merupakan 1 di antara sedikitnya 65 santri yang mendalami agama di pondok janda lansia. Pondok ini berada di Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Lokasi mengaji kali ini di kompleks Masjid Besar Mustajabuddaawad.
Baca Juga :Lima Penjual Bahan Baku Petasan Diringkus, Tersangka Simpa Bahan Peledak di Ruang Kelas
Perempuan yang sudah memiliki delapan cucu ini memutuskan untuk mondok karena ingin memperdalam ilmu agama. Setidaknya untuk bekal nanti. Pasalnya, usia yang sudah lanjut, harus banyak mendekatkan dengan Sang Khalik.
“Wis tuwo, akeh-akeh golek sangu,” kata nenek asal Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar ini.


















