Kediri, SEJAHTERA.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri melakukan pengecekan kondisi air sumur milik warga Desa Plosolor Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang diduga tercemar, Selasa (8/4/2025).
Tim fungsional pengawas lingkungan diterjunkan ke lapangan untuk melakukan observasi awal karena menyusul adanya keluhan warga dan laporan yang ramai di media sosial terkait kondisi sumur yang berubah drastis sekitar tiga bulan terakhir.
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti menyebut, pihaknya mendatangi lokasi untuk memverifikasi dan mengumpulkan informasi maupun observasi terkait hal tersebut. Tim pengawas melakukan pengecekan ke sejumlah titik yang diduga terdampak pencemaran.
Baca Juga :Pabrik Rokok Diduga Lakukan Pengurukan Lahan Ilegal, Satpol PP Kabupaten Nganjuk Turun Tangan
“Kami baru melakukan verifikasi awal di lapangan. Lalu kami jadwalkan pengambilan sampel air di beberapa titik,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu melakukan kegiatan rutin secara berkala untuk menghitung indeks kualitas air se-Kabupaten Kediri selama satu tahun.
Putut menyebut, waktu itu kebetulan lokasinya ada di wilayah Kecamatan Plosoklaten. Pihaknya kemudian mendatangi lokasi air sumur yang diduga tercemar tersebut.
Menurutnya, sampel air yang diambil nantinya akan diuji di laboratorium terakreditasi di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.
Selain itu, DLH Kabupaten Kediri akan mendampingi proses tersebut, namun hasil resmi hanya bisa diperoleh dari laboratorium yang telah memiliki izin resmi untuk uji parameter lingkungan.



















