Korupsi Program Hibah Desa Korporasi Sapi, Aliran Uang Hasil Rasuah Masih Ditelusuri

Korupsi Program Hibah Desa Korporasi Sapi, Aliran Uang Hasil Rasuah Masih Ditelusuri
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kediri (kanan) saat memberikan keterangan soal kasus korupsi program hibah desa korporasi sapi (rizky/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO –  Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri terus mendalami kasus korupsi program hibah Desa Korporasi Sapi tahun anggaran 2021–2022 di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Tak hanya itu, penyidik juga mendalami pengelolaan uang program hibah tersebut yang dilakukan tersangka JS selaku Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki.

“Kalau motif uang digunakan untuk apa masih kami dalami,” ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Pujo Rasmoyo, Kamis (10/4/2025).

Read More

Mengenai motif tersangka JS, Pujo menuturkan, pada prinsipnya motifnya yang jelas untuk keuntungan diri sendiri ataupun orang lain.

Baca Juga :Pascalibur Lebaran, Dispendukcapil Ponorogo Disibukkan Masyarakat yang Urus Adminduk

Selain itu, tersangka tidak hanya melakukan pengelolaan sendiri maupun tidak melakukan penggantian (replacement), melainkan tidak melakukan catatan keuangan hingga tidak didukung bukti-bukti memadai.

Dengan adanya hal tersebut, pasti ada aliran-aliran yang sulit dibuktikan kebenarannya dan sulit diyakini pertanggungjawabannya.

“Itulah letak penyalahgunaan keuangan. Padahal segala keuangan dari sumber negara ataupun daerah berdasarkan peraturan harus didukung pertanggungjawabannya yang lengkap,” ucapnya.

Pujo mengaku, sapi program tersebut hingga saat ini masih ada. Pihaknya juga sudah melakukan penghitungan sisa sapi di lapangan yakni sekitar 67-70 ekor.

Baca Juga :Mahasiswa PTS Kota Malang Tewas Bunuh Diri Lompat dari Jembatan Tunggulmas

Namun, jumlah sapi sebelumnya adalah 100 ekor jenis jantan dan 17 ekor jenis betina di tahun 2021. Padahal, tujuan program itu adalah agar sapi-sapi dapat berkembang biak banyak dari jangkau waktu 2021-2025.

“Diharapkan sudah berkembang biak banyak, tapi ternyata malah susut,” bebernya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *