Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Upaya penyerapan gabah petani melalui anggota Babinsa Kodim 0802/Ponorogo terus dilakukan. Pasalnya, pada akhir April ini, Kodim Ponorogo ditargetkan oleh pemerintah pusat mampu menyerap gabah sebanyak 12.400 ton untuk jenis Gabah Kering Panen (GKP).
Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf. Dwi Soerjono mengatakan, dari target yang telah ditetapkan pemerintah tersebut hingga saat ini untuk wilayah Bumi Reyog baru sekitar 24 persen pada awal April. Sejumlah kendala menjadi penyebab mengapa serapa gabah masih di bawah 30 persen.
“Kami dan Bulog sudah maksimal dalam penyerapan tapi memang ada beberapa kendala. Sehingga dari target 12.400 ton, baru 3.500 ton,” ungkap Dandim kepada wartawan.
Dandim mengungkap, kendala yang dihadapi di lapangan yakni terbatasnya alat pengering gabah atau dryer, penggilingan gabah, termasuk sarana transportasi pengangkut gabah. Pun, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pemilik dryer untuk membantu program nasional tersebut.
“Mengapa menggunakan dryer karena kondisi cuaca saat ini gampang berubah. Jika cuaca terik bisa satu hari pengeringan kalau sebaliknya paling tidak dua hari. Tapi kalau cuacanya terik seperti ini terus, mungkin target itu bisa kami capai asalkan sehari itu serapannya bisa 180 ton,” jelasnya.



















