“Guru harus menjadi agen pembelajaran dan peradaban. Mereka bukan hanya fasilitator, tapi juga mentor, konselor, bahkan orang tua kedua bagi murid-muridnya,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan berbagai inisiatif, seperti pembelajaran mendalam, tes kemampuan akademik, penguatan kecakapan abad 21 seperti coding dan kecerdasan buatan, hingga pembentukan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Baca Juga :Limit Lelang Logistik Pemilu 2024 Capai Rp 313 Juta
Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, ibadah, olahraga, makan sehat, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
“Pendidikan karakter juga diperkuat lewat program Pagi Ceria, yang mengajak anak-anak memulai hari dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan berdoa bersama,” tambahnya.
Di penghujung upacara, Pemkot Batu memberikan apresiasi kepada sejumlah satuan pendidikan dan individu yang berprestasi. Penghargaan diberikan kepada guru berprestasi tingkat nasional, peserta jambore guru dan tenaga kependidikan, sekolah idaman, sekolah cinta ramah rupiah, program satu guru satu buku, sekolah rujukan Google, serta pelatih guru untuk program pendidikan Kota Batu.
Selain itu, sejumlah siswa juga menerima penghargaan atas prestasinya di tingkat nasional.
Karena itu, Nurochman menekankan kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa agar pendidikan benar-benar mampu membentuk generasi yang hebat dan kuat.
“Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mari kita bergandengan tangan, bergotong royong mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan menjangkau semua,” pungkasnya.



















