Satpol PP sebagai ujung tombak dalam penegakan perda harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sidak ini dilakukan saat Kepala Satpol PP Kota Kediri, Syamsul Bahri, tidak berada di kantor. Mbak Vinanda sempat menelpon yang bersangkutan.
Baca Juga :Dua Oknum Guru Digrebek saat Berbuat Mesum, Berpotensi Diskors Hingga TPG Tak Cair
Menanggapi hal itu, Syamsul memberikan penjelasan terkait keberadaannya. Dia mengaku sedang menghadiri undangan paparan di Balai Kota Kediri.
“Saya ditelpon dikira saya belum datang. Tetapi saya sudah datang. Tetapi karena ada undangan paparan di ruang Kilisuci, maka saya langsung datang ke Kilisuci,” katanya.
“Di undangannya sebenarnya paparan bersama Mbak Wali, tetapi kok katanya Mbak Wali tidak diundang, mungkin ada mis. Tadi sudah datang ke kantor, karena kita absen jam 07.30 WIB, lalu ke ruang Kilisuci Pemkot Kediri,” jawab Syamsul.
Terkait arahan dari wali kota, Syamsul mengatakan pihaknya segera mengambil langkah. Arahan Mbak Wali pertama kebersihan, kerapian, lalu penataan sarpras motor dan mobil.
Baca Juga :Libur Panjang May Day, Stasiun Blitar Catat Sebanyak 1.870 Penumpang Berangkat
“Beliau melihat motor yang mangkrak itu, dikira tidak terawat. Sudah saya jelaskan motor itu dalam proses penghapusan, untuk efisiensi dalam perawatan dan pemeliharaan,” ujarnya.
“Karena dari segi kelayakan, sudah tidak layak. Untuk motor sudah ada penggantinya untuk Patwal, makanya kita proses penghapusan di DPKAD,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan kendala soal jumlah personel dan kapasitas ruangan. Sehingga, personelnya tidak berada di dalam kantor secara bersamaan.
“Untuk kedisiplinan insya Allah sudah bagus ya. Tetapi karena kantornya sangat sempit, untuk standby di kantor 200 orang tidak memungkinkan. Tidak nyaman. Maka ada yang di mobil, ada yang di sebelah dan ada yang patroli,” tukasnya.



















