Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitangingarti menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dengan puskesmas setempat.
Baca Juga :Buron Pengedar Narkoba di Nganjuk Tertangkap, Diringkus saat di Rumah
Ponpes Al Idris, misalnya, disebut rutin menjalin komunikasi dengan puskesmas untuk memantau kesehatan para santri.
“Ini bukan program sekali jalan. Kami aktif berkoordinasi dengan pesantren, termasuk Muhammadiyah dan NU, semuanya mendapat perlakuan yang sama,” kata Ayu.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al Idris, Habibul Anami, menyambut baik inisiatif Pemkab Ponorogo. Ia menilai, perhatian semacam ini belum pernah dirasakan sebelumnya secara langsung dari pemerintah daerah.
Dirinya berharap, langkah ini menjadi awal dari perhatian yang berkelanjutan, sehingga kesehatan santri dapat terus terjaga dan para pengasuh pesantren merasa terbantu.
Baca Juga :Sekda Priyo Suhartono Berangkat Haji, Wali Kota Blitar Ajukan Pejabat Sementara
“Waktu COVID-19 kemarin dapat, saat itu masker dan handsanitizer dari pusat. Tapi untuk alat kesehatan baru ini kami dapat perhatian langsung seperti ini dari kabupaten. Sangat bermanfaat bagi kami,” tandas Habibul.



















