Pemuda asal Lamongan Ubah Gulma Jadi Gelang Anti Sawan Bernilai Jutaan Rupiah

Pemuda asal Lamongan Ubah Gulma Jadi Gelang Anti Sawan Bernilai Jutaan Rupiah
Dio Cendana Paksi pemuda asal Dusun Sambi Desa Kedungkumpul Kecamatan Sukorame Kabupeten Lamongan saat mengerjakan pesanan gelang tolak sawan.(suprapto /sejahtera.co)

Tak hanya itu, ia juga menawarkan personalisasi dengan mengukir nama pemesan pada setiap gelang. “Kalau ukiran nama tergantung pesanan saja,” imbuhnya.

Kreativitas Dio ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas. Ia mengungkapkan bahwa pesanan gelang rumput okot ini banyak datang dari berbagai daerah di Indonesia melalui penjualan daring.

Setiap gelang dikemas dengan rapi menggunakan plastik dan label produknya, memberikan kesan profesional dan menarik bagi konsumen.

Read More

“Untuk harga satu buah gelang biasanya saya jual berkisar antara Rp. 10.000 hingga Rp. 25.000, tergantung pada tingkat kesulitan pembuatannya,” beber Dio mengenai harga produknya.

Siapa sangka, berkat keuletan dan inovasinya, Dio mampu meraup omzet hingga jutaan rupiah setiap minggunya. Popularitas gelang rumput okot ini semakin meningkat seiring dengan gencarnya promosi di media sosial, yang berimbas pada lonjakan pesanan.

Baca Juga :Tiga Pelaku Pengeroyokan di Angkringan Nganjuk Ditangkap, Salah Satunya Masih Di Bawah Umur

Dengan inovasi ini, Dio tidak hanya berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap tanaman gulma, tetapi juga menciptakan peluang usaha yang menjanjikan.

“Ide awalnya sih karena di desa sini banyak rumput okot, lalu saya inisiatif untuk menjadikan tanaman gulma tersebut menjadi gelang tolak sawan,” pungkasnya.(*)
Reporter : Suprapto

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *