“Terutama bagi jamaah yang sudah lanjut usia, penanda seperti ini akan sangat membantu,” imbuhnya.
Baca Juga :Sopir Asal Jatirejo Nganjuk Digulung Polisi, Gak Nyangka Ternyata ini Kasusnya
Di sisi lain, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Dani mengingatkan kepada seluruh jamaah haji untuk tidak memasukkan peralatan elektronik seperti power bank ke dalam koper yang akan dimasukkan ke bagasi pesawat.
“Kami selalu menekankan agar jamaah tidak membawa power bank di dalam koper karena berpotensi membahayakan penerbangan, terutama jika dayanya melebihi 30.000 watt,” tegasnya.
Imron (30), seorang warga yang mengantar koper kedua orang tuanya di KBIHU Masjid Agung Lamongan, membagikan alasan di balik pemilihan centong nasi sebagai penanda koper.
“Kami memilih centong nasi karena bentuknya khas dan mudah dikenali oleh kedua orang tua saya, apalagi usia beliau sudah tidak muda lagi,” tuturnya.
Baca Juga :Wanita Paruh Baya di Lamongan Diduga Gasak Perhiasan Milik Temannya Sendiri, ini Modusnya
Dengan adanya penanda-penanda unik ini, Imron berharap agar kedua orang tuanya serta seluruh 1816 jamaah haji asal Kabupaten Lamongan dapat menjalani ibadah haji dengan lebih mudah dan nyaman.
“Semoga ibadah haji mereka lancar dan menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya penuh harap.



















