Perajin Tasbih Gaharu dan Cendana di Jombang Banjir Pesanan, Omzet Tembus Puluhan Juta Rupiah

Perajin Tasbih Gaharu dan Cendana di Jombang Banjir Pesanan, Omzet Tembus Puluhan Juta Rupiah
Sejumlah pekerja tampak sibuk menyelesaikan proses produksi tasbih kayu gaharu dan cendana di bengkel kerja milik Fatchur Rochman, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Jombang. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Musim haji selalu membawa berkah tersendiri bagi para perajin tasbih berbahan kayu gaharu dan cendana di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Permintaan terhadap produk khas ini meningkat tajam, bahkan hingga tembus ke pasar mancanegara. Salah satunya dialami Fatchur Rochman, warga Desa Bawangan, Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.

Pria 30 tahun ini mengelola usaha produksi tasbih gaharu dan cendana yang mulai ramai sejak mendekati musim haji. Jika pada hari biasa pesanan berkisar 20-40 tasbih per hari, saat ini jumlahnya melonjak menjadi 200 hingga 500 biji tasbih setiap hari atau setara 10 kodi.

Read More

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Fatchur dibantu sekitar 10 karyawan, yang terkadang harus lembur menyelesaikan pesanan.

Baca Juga :Jelang Idul Adha, Jasa Salon Kambing di Jombang Ramai Order

“Peningkatan permintaan ini bisa sampai lima hingga sepuluh kali lipat. Tasbih ini banyak dipesan sebagai oleh-oleh haji atau suvenir untuk keluarga,” ujar Fatchur saat ditemui di rumah produksinya, Sabtu (17/5/2025).

Tasbih buatannya dikenal punya aroma khas alami dari kayu pilihan, tanpa tambahan parfum. Selain tampilannya menarik, aroma alami dari kayu gaharu dan cendana menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung kualitas bahan dan tingkat kerumitan pengerjaan.

Produksi tasbih dilakukan secara manual, mulai dari pemilihan bahan, penggergajian, pengukiran, penghalusan, hingga proses finishing. Pasar produknya tidak hanya di Jawa, tetapi juga sudah menjangkau luar negeri seperti Arab Saudi.

Dengan lonjakan permintaan ini, omzet yang diperoleh Fatchur dari usaha tasbih bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp50 juta per bulan selama musim haji.

Baca Juga :Jelang Kurban, DKPP Kota Blitar Imbau Jaga Kebersihan Hewan dan Kandang

Bagi Fatchur, usaha rumahan ini bukan sekadar bisnis, tapi juga sarana menyalurkan kreativitas dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

“Kuncinya telaten dan menjaga kualitas. Kalau konsisten, hasilnya bisa luar biasa,” tandasnya.

Salah satu pelanggan, Annisa Nur Rahmah, mengaku tertarik dengan tasbih gaharu dan cendana karena kualitas dan aromanya.

“Kan ada kerabat yang naik haji. Jadi ini disiapkan untuk oleh-oleh tamu yang datang. Suka aromanya khas dan kualitasnya bagus,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *