“Masih menunggu juga hasil laboratorium dari Polda Jawa Timur. Untuk saksi selain para lansia juga yang memasak kolak. Karena yang memasak juga ikut dirawat atau menjadi korban keracunan,” katanya.
Seperti diketahui, sedikitnya 57 para kakek nenek atau lanjut usia harus mendapatkan perawatan tim medis. Ini karena diduga keracunan usai minum menu kacang hijau yang disajikan pada agenda Posyandu Lansia di Desa Sidomulyo, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Dari lansia yang mengeluh mual dan diare, sebanyak 19 lansia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit hingga puskesmas.
Baca Juga :Lima Pantai Penuh Sampah, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan, petaka berawal ketika para lansia mengikuti agenda Posyandu Lansia. Itu pada Sabtu pagi (10/5/2025) sekitar pukul 08.00. Yakni di RT 2 RW 1.
Agenda posyandu lansia itu digelar di salah satu rumah warga setempat. Awalnya, para lansia aman-aman saja. Sebelum menyantap kolak, para lansia menjalani senam bareng.
Ada pula pemeriksaan kesehatan mulai cek tekanan darah tinggi hingga pengukuran berat badan.
Selama berlangsung untuk para peserta lansia diberikan satu bungkus plastik kolak kacang ijo dan juga dua biji buah pisang yang disediakan oleh kader Posyandu Lansia.
Setelah mendapatkan satu bungkus plastik kolak kacang ijo dan juga dua biji buah pisang para peserta posyandu lansia tersebut ada yang langsung meminumnya dan ada juga yang membawa pulang ke rumah masing-masing.
Pada Minggu (11/5/2025). pukul 11.00 bidan desa Dusun Sidorejo Desa Sidomulyo mendapat informasi dari warga jika lansia yang mengalami lemas diare mencret dan muntah. Selanjutnya oleh bidan desa diarahkan ke Puskesmas Boro Selorejo Blitar untuk menjalani perawatan lebih lanjut
Akhirnya begitu mendapat laporan, perangkat dusun pun turun tangan. Nah, para lansia pun diboyong ke sejumlah fasilitas. Mulai puskesmas, RSUD Ngudi Waluyo hingga sejumlah klinik di wilayah Kecamatan Kesamben dan Selorejo.



















