Kuku yang panjang dan menghitam dihaluskan dengan hati-hati. Selain kuku, dua tanduk yang menonjol di kepala juga tak luput dari sentuhan. Dengan hati-hati, tanduk dihaluskan menggunakan pisau kecil hingga menjadikan bagian tubuh khas sapi di samping telinga itu kinclong.
Nah, dalam sehari utamanya jelang kurban, dirinya mampu mempermak sedikitnya 14 hingga 20 sapi. Sapi yang disalon bukan hanya sapi lokal tetapi juga sapi yang berukuran besar.
Seperti sapi limusin Simental yang memiliki ciri khas tubuh besar. Sementara untuk tarif pun tak mahal. Untuk potong kuku dan menghaluskan tarif jasanya hanya Rp 40 ribu. Tetapi ketika mempercantik kuku plus tanduk ongkos jasanya Rp 50 ribu.
Meski begitu, untuk mempercantik sapi, juga butuh keahlian dan keberanian. Tak jarang, dirinya kena tendang atau slentak kaki sapi belakang.
Baca Juga :Geger Buaya Piaraan Warga Blitar Semakin Besar, Damkar Tak Berani Evakuasi
Untuk menyiasatinya, dengan cara mempererat tali tambang. Selain itu juga, juga menepuk-nepuk kaki sapi agar sapi nyaman dan tak berontak.
Selain kerap dislentak, yang sudah pasti dialami terkena cipratan air atau kotoran sapi.
“Lha gimana, mungkin geli ya ketika dikikir kukunya. Jadi sapi sering kencing dan buang kotoran. Kalau sudah begitu, harus cepat-cepat menghindar. Kan saya harus jongkok ketika mempermak kuku,” katanya.
Suparjo, salah satu penjual sapi mengaku terbantu dengan keberadaan tukang salon sapi. Sapi jika dalam kondisi kinclong, kuku rapi dan tanduk halus, kadang bisa meningkatkan daya tarik pembeli. Dan ujung-ujungnya bisa meningkatkan jual beli hingga bisa naik Rp500 ribu.


















