Blitar, SEJAHTERA.CO – Ada insiden kecil ketika Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Kota Blitar. Saat itu ada tiga mahasiswa yang membentangkan kertas hingga akhirnya dihalau petugas.
Menanggapi itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menanggapi insiden aksi penyampaian aspirasi oleh sejumlah mahasiswa.
Mas Ibin, sapaan akrabnya memastikan, seluruh proses pengamanan selama kunjungan berlangsung dilakukan secara humanis dan tanpa tindakan represif.
Dia juga menegaskan, tidak ada penangkapan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi. Sebaliknya, mereka justru diajak berdialog dalam suasana damai.
Baca Juga :Program TJSL Tahun 2024 KAI Daop 7 Madiun Capai Rp 666 Juta, Semester I Tahun 2025 Rp 175 Juta
“Tidak ada penangkapan. Yang terjadi adalah upaya pendekatan yang persuasif dan terbuka. Kami ajak berdialog, bahkan makan Bersama dan setelah itu dipulangkan. Ini bagian dari semangat demokrasi yang ingin kami rawat di Kota Blitar,” ungkapnya, Kamis (19/6/2025).
Mas Ibin memahami bahwa penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara. Namun, walikota juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan cara yang bijak, terlebih dalam momen penting kunjungan kerja pejabat negara.
“Kita semua sepakat bahwa kritik itu penting. Namun marilah kita salurkan dengan cara-cara yang santun dan membangun, agar tidak menimbulkan kesan yang keliru terhadap citra Kota Blitar selama ini dikenal aman, nyaman, dan terbuka,” lanjutnya.



















