Sementara itu Chusnul Khotimah, panitia kegiatan bertajuk Dolanan Anak Desa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak agar bisa berkumpul, bermain, dan belajar bersama.
“Anak-anak di Miagan terbagi di dua dusun. Lewat kegiatan ini mereka bisa kumpul bareng, tidak hanya main ponsel di rumah. Kita ajak bermain langsung supaya tumbuh keceriaan dan interaksi yang sehat,” ujarnya.
Menurutnya, awalnya panitia hanya menargetkan kehadiran sekitar 30–40 anak, namun yang datang justru mencapai 80 anak. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme warga dan anak-anak terhadap kegiatan edukatif seperti ini.
Baca Juga :Jenang Suro, Tradisi Masyarakat Songgoriti Kota Batu Melestarikan Budaya Turun Temurun
Warga berharap kegiatan permainan tradisional seperti ini bisa digelar rutin, tak hanya saat liburan sekolah, tetapi juga secara berkala agar anak-anak lebih dekat dengan budaya lokal dan lingkungan sosialnya.



















