Proyek Stadion Surajaya Tak Dibayar, Mandor dan Ratusan Pekerja Terancam

Proyek Stadion Surajaya Tak Dibayar, Mandor dan Ratusan Pekerja Terancam
Megahnya Stadion Surajaya Lamongan (Suprapto /sejahtera.co)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Di balik rampungnya pembangunan Stadion Surajaya Lamongan yang diresmikan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Maret 2025 lalu, muncul polemik serius terkait hak-hak pekerja yang belum dibayarkan.

Puluhan mandor pelaksana proyek menuntut kontraktor utama, PT Wika Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung), atas keterlambatan pembayaran yang kini berdampak pada ratusan hingga ribuan pekerja.

Salah satu mandor, Samijan, mengungkapkan, dirinya bersama 25 mandor lain belum menerima pembayaran secara penuh dari PT Wika Gedung.

Read More

Baca Juga :Pimpin Upacara HUT Bhayangkara, Ini Pesan Presiden Prabowo Subianto untuk Polri

Ia, yang bertanggung jawab atas pengerjaan rolling, pintu, dan pagar stadion, menyebut para pekerjanya kini menagih hak mereka untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami ditagih terus oleh pekerja. Mereka butuh makan, bayar utang di warung. Ini memang hak mereka,” ujar Samijan, Selasa (1/7/2025).

Dari 30 pekerja di bawah koordinasinya, tunggakan yang belum dibayarkan mencapai Rp 670 juta. Sementara itu, rekan-rekannya sesama mandor mengaku belum menerima pembayaran mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Samijan bahkan terpaksa menjual mobil pribadinya untuk membayar pekerja, tapi sayangnya hingga kini belum laku. Selain itu dia juga menanggung cicilan bank dari pinjaman yang digunakan untuk membiayai pekerjaan proyek tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *