“Ruang kelas yang rusak terpaksa digantikan ruangan lain yang masih bisa dipakai. Ke depan, bila ada bantuan, kami rancang bangunan bertingkat agar daya tampungnya meningkat,” katanya.
Sutikno, salah satu pengurus yayasan, juga menyoroti tantangan lain, yakni keterbatasan ruang kelas. Ia mengungkapkan bahwa struktur bangunan saat ini cukup berisiko, terutama untuk keselamatan para siswa.
“Kami ingin ruang kelas yang aman dan memadai. Kalau ada bantuan, kami siap membangun secara bertahap. Sekolah ini melayani anak-anak di pinggiran Jombang. Pendidikan harus bisa dirasakan merata,” ujarnya penuh harap.
Yayasan Pembangunan Pancasila Mojowarno telah lama menjadi tumpuan pendidikan masyarakat di wilayah pinggiran Kabupaten Jombang. Kunjungan dari Sumardi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perbaikan nyata fasilitas belajar-mengajar demi mendukung masa depan generasi muda.



















