“Yang kedua, menganalisis dampak sosial, budaya, dan ekonomi jika bukti sejarah ini terkonfirmasi,” ujarnya.
Baca Juga :Festival Kali Brantas UNP Kediri Angkat Nilai Lokal dan Semangat Kolaborasi Mahasiswa
“Ketiga, merumuskan rekomendasi kebijakan pelestarian dan pemanfaatan sejarah sebagai modal pembangunan daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Sri Surjati, Staf Ahli Bupati Jombang, saat menyampaikan sambutan bupati, menyebut bahwa tema FGD ini menggugah kesadaran sejarah masyarakat.
“Sejarah tidak pernah berdiri sendiri. Ia hidup dalam ingatan kolektif, narasi masyarakat, kearifan budaya, dan dokumen resmi,” kata Sri Surjati.
Ia menegaskan pentingnya forum seperti ini untuk mempertemukan berbagai sudut pandang dalam membaca kembali jejak besar Bung Karno.
Baca Juga :Melihat Lebih Dekat Kesakralan Siraman Sedudo Tradisi Kuno Kabupaten Nganjuk
“Diskusi ini akan sangat kaya perspektif. Bung Karno bukan hanya milik bangsa ini, tetapi juga tokoh dunia. Pemimpin gerakan Non-Blok, simbol revolusi rakyat Asia-Afrika, dan pejuang anti-kolonialisme,” pungkasnya.



















