Sepuluh Napi Berisiko Tinggi dari Lapas Lamongan Dipindahkan ke Nusakambangan

Sepuluh Napi Berisiko Tinggi dari Lapas Lamongan Dipindahkan ke Nusakambangan
Sepuluh Napi dari Lapas Lamongan saat dipindah ke Lapas Nusakambangan. (istimewa)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Sepuluh narapidana berisiko tinggi yang sebelumnya dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan telah dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Security Nusakambangan.

Pemindahan para narapidana atau napi berisiko tinggi ini merupakan bagian dari upaya tegas untuk menciptakan lapas yang aman dan tertib, serta bagian dari program akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heru Sulistyo, menjelaskan bahwa 12 warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini awalnya dipindahkan dari Lapas Bojonegoro ke Lapas Lamongan karena dugaan pelanggaran keamanan dan ketertiban.

Read More

Baca Juga :Selecta, Taman Bunga yang Menyimpan Jejak Bung Karno dan Sejarah Bangsa

“Selanjutnya, kami teruskan ke Lapas Kelas I Surabaya untuk proses lanjutan,” ujar Heru saat dikonfirmasi, pada Senin, (28/7/2025)

Dari 12 napi tersebut, hasil pemeriksaan dan asesmen menunjukkan 10 di antaranya memenuhi kriteria risiko tinggi (high risk), sehingga diputuskan untuk dipindahkan ke Nusakambangan.

Sementara itu, dua napi lainnya tetap akan ditangani sesuai hasil asesmen di Surabaya.

Heru menegaskan bahwa pemindahan ini bukan hanya sekadar relokasi, melainkan bagian dari upaya pembinaan yang lebih luas.

“Ini bukan semata soal pemindahan, tetapi bagian dari upaya pembinaan. Narapidana yang mengganggu stabilitas pembinaan harus dipindahkan ke lapas yang pengamanannya lebih ketat,” jelasnya.

Baca Juga :Proyek Fisik di Blitar Mandek hingga Akhir Juli, PUPR: Terkendala Aturan Baru dan Arahan KPK

Pemindahan napi berisiko tinggi ini merupakan bagian dari program akselerasi Ditjenpas. Data Ditjenpas mencatat total 37 narapidana dari sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di Jawa Timur telah dipindahkan ke Nusakambangan.

Proses pemindahan ini dipusatkan terlebih dahulu di Lapas Kelas I Surabaya (Porong) untuk mempermudah administrasi dan pengawalan.

Para narapidana tersebut akan ditempatkan di lapas pengamanan maksimum dan super maksimum seperti Lapas Karanganyar, Gladakan, Ngaseman, dan Besi.

Baca Juga :Polres Batu Beberkan Hasil Akhir Operasi Patuh Semeru 2025, ini Datanya

Di sana, mereka akan menjalani pembinaan dengan pengawasan ketat dan asesmen berkala bersama Balai Pemasyarakatan (Bapas) setempat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *