Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung akan menerapkan tarif retribusi pasar yang baru mulai Agustus 2025.
Kenaikan ini dilakukan menyusul diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025 tentang pajak dan retribusi daerah, yang menggantikan Perda Nomor 11 Tahun 2023.
Menurut Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Perpasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung, Yusantoso, perubahan aturan ini juga menyesuaikan hasil evaluasi dari kementerian terkait jenis pelayanan kepada pedagang.
“Dulu ada tiga golongan pedagang: A, B, dan C. Sekarang semua disamakan menjadi satu golongan saja. Jadi tarif retribusinya juga disamaratakan,” ujar Yusantoso, Minggu (27/7/2025).
Baca Juga :Sepuluh Napi Berisiko Tinggi dari Lapas Lamongan Dipindahkan ke Nusakambangan
Jika sebelumnya retribusi didasarkan pada jenis dagangan, kini sistemnya berubah menjadi berbasis kelas pasar. Misalnya, retribusi pedagang di pasar kelas 1 ditetapkan sebesar Rp11.000, pasar kelas 2 sebesar Rp9.000, dan pasar kelas 3 sebesar Rp8.000.
“Masih ada perbedaan lagi berdasarkan posisi kios, seperti kios yang menghadap jalan atau ke dalam pasar, dengan tarif antara Rp9.000 hingga Rp6.500,” tambahnya.
Perubahan ini juga berlaku bagi pedagang los. Dalam aturan lama, pedagang los golongan A dikenai retribusi Rp500, golongan B Rp400, dan golongan C Rp300. Kini, retribusi los disesuaikan menjadi Rp500 untuk pasar kelas 1, serta Rp400 untuk pasar kelas 2 dan kelas 3.
Baca Juga :Selecta, Taman Bunga yang Menyimpan Jejak Bung Karno dan Sejarah Bangsa
Untuk memastikan pedagang memahami perubahan ini, Disperindag Tulungagung akan melakukan sosialisasi pada Senin (28/7/2025) hingga Rabu (30/7/2025).
Pasar yang sudah disosialisasikan bisa langsung menerapkan tarif baru, namun secara umum kebijakan ini efektif berlaku mulai Agustus 2025.
“Sosialisasi ini penting agar pedagang tidak kaget. Kami pastikan semua sudah tahu sebelum aturan diterapkan penuh bulan depan,” pungkas Yusantoso.



















