“Banyaknya pelanggar yang diberikan teguran dan edukasi turut menurunkan angka kecelakaan. Dibanding tahun lalu, penindakan pada Operasi Patuh Semeru 2025 meningkat hingga 495 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Zainudin juga menyampaikan adanya perubahan lokasi rawan kecelakaan atau black spot. Jika sebelumnya berada di jalur Ngantru, kini bergeser ke jalan raya Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol.
“Jalan tersebut dinyatakan sebagai black spot karena sempit, padat kendaraan, dan minim penerangan. Jalur ini merupakan penghubung utama antara Kabupaten Blitar dan Tulungagung,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa karakteristik pengendara di jalur tersebut yang cenderung tidak sabar dan sering memaksakan untuk mendahului saat lalu lintas padat menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.
“Banyak pengendara yang nekat menyalip saat kondisi jalan padat. Padahal jalannya sempit dan gelap, inilah yang sering memicu kecelakaan,” pungkasnya.



















