Kediri, SEJAHTERA.CO – Kasus keracunan minuman keras (miras) di Dusun Gadungan Timur, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri kembali memakan korban.
Setelah tiga orang sebelumnya meninggal dunia, kini Agus Mulyono (41) harus dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) karena mengalami gejala serupa, Selasa (29/7/2025) malam.
Agus mengeluhkan sakit hebat di bagian perut sebelum akhirnya masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSKK pada pukul 19.39 WIB, lalu dipindah ke ruang rawat inap Bugenvil sekitar pukul 22.00 WIB.
Kepala Dusun Gadungan Timur, Sudariyono mengatakan, Agus masih satu lingkar pertemanan dengan tiga korban sebelumnya: Pornomo, Deta Wirapratma, dan Agung Winarko. Mereka dikenal sering berkumpul bersama dan bekerja di sebuah pabrik arang yang tidak jauh dari rumah almarhum Pornomo.
Baca Juga :Tenggak Miras Saat Kerja, Pemandu Lagu Asal Indramayu Meninggal di Madiun
“Informasinya dia (Agus) ke rumah sakit karena khawatir akan mengalami hal yang sama seperti tiga korban sebelumnya,” ujar Sudariyono.
Kepala Bagian Pelayanan RSKK, Budi Sanjaya membenarkan, pasien masuk IGD dengan keluhan nyeri perut dan diketahui satu kelompok dengan dua korban sebelumnya.
“Pasien mengatakan sempat merasa tidak enak badan dan meminum air kelapa muda. Setelah diperiksa, ada kandungan alkohol di dalam tubuhnya,” ungkap Budi.
Namun pihak rumah sakit belum bisa memastikan zat lain yang mungkin dikonsumsi oleh korban. “Secara diagnosa awal ini keracunan alkohol, tapi kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan ada tidaknya zat lain,” tambahnya.
Baca Juga :Dewan Apresiasi Gertek Dispertabun 2025 untuk Pemajuan Petani Kabupaten Kediri
Sebelumnya, tiga korban lain, yakni Pornomo yang merupakan paman dari Deta Wirapratma dan Agung Winarko, meninggal dunia usai menenggak miras saat menyaksikan karnaval sound system di Desa Kepung, Sabtu (26/7/2025) malam. Mereka sempat menjalani perawatan di RSKK Pare sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Kasus ini kini tengah ditangani pihak kepolisian. Ketiga jenazah telah diotopsi untuk mengungkap kandungan zat berbahaya yang menyebabkan kematian. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk mengungkap penyebab pasti.



















