Menurutnya, makanan yang dikonsumsi anak-anak setiap hari di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kesehatan jangka panjang mereka.
Oleh karena itu, Dinkes tidak akan memberikan toleransi terhadap jenis jajanan yang membahayakan kesehatan, meskipun populer dan murah.
“Kalau masih menjual makanan dengan pewarna sintetis, boraks, atau formalin, akan kami tindak. Tim kami siap melakukan uji sampel di lapangan,” tegasnya.
Program ini tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga swasta dan madrasah. Dinkes berharap seluruh lembaga pendidikan menjadikan program kantin sehat ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
“Kalau sekolah sudah tegas mengawasi menu kantin dan menolak jajanan instan, maka dampaknya akan langsung terasa pada kebiasaan makan siswa,” pungkas Ayu.



















