Dari hasil pengecekan di lapangan, seluruh hydrant dinyatakan berfungsi dengan baik, dengan tekanan dan debit air yang memadai untuk kebutuhan darurat.
Kepala UPT Damkar Kota Kediri, Dhany Adi Projo, menambahkan bahwa tekanan air pada setiap titik memang berbeda-beda, tergantung kondisi jaringan dan kepadatan pemukiman sekitar.
“Hydrant di wilayah padat penduduk berbagi suplai dengan kebutuhan rumah tangga, sehingga tekanannya sedikit lebih kecil. Namun, untuk penanganan kebakaran, debit airnya masih mencukupi,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Dhaha Kota Kediri, Yani Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan pengecekan ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai fungsi hydrant yang selama ini dianggap hanya pajangan.
“Pengecekan ini membuktikan bahwa hydrant di wilayah Kota Kediri dalam kondisi aman dan siap digunakan kapan saja,” tegasnya.
Melalui kegiatan pengecekan rutin seperti ini, pemerintah kota berharap kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran semakin meningkat, serta memastikan infrastruktur pendukung penanganan bencana tetap dalam kondisi optimal.


















