Menurut warga yang lain situasi ini tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang harus bermanuver menghindari kendaraan besar yang berhenti.
Ironisnya, aktivitas tersebut dinilai berlangsung tanpa pengaturan waktu yang jelas, sehingga kerap terjadi pada saat lalu lintas sedang padat.
Warga berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian serius pihak terkait, baik dari pemerintah kelurahan maupun instansi yang berwenang di bidang ketertiban dan lalu lintas.
Baca Juga :Terlibat Tindak Pidana Penggelapan Uang Primkopabri, Pria di Tulungagung Diringkus Polisi
“Harapan kami ada penertiban atau pengaturan waktu bongkar muat, supaya tidak dilakukan saat jam sibuk. Jadi tidak mengganggu pengguna jalan,” tambah warga.
Dengan adanya keluhan ini, masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mencari solusi, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan namun tidak mengorbankan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.



















