Kemudian bagi kendaraan dari arah Surabaya yang kendak menuju ke arah Blitar nantinya akan diarahkan untuk berbelok ke arah timur sebelum melintasi Jembatan Ngujang 1.
Nantinya ada dua opsi, pemudik bisa tetap melintasi jalan raya Ngantru-Srengat atau Jembatan Ngujang 2 ke arah selatan untuk menuju ke arah Sumbergempol dan Ngunut.
Baca Juga Residivis Narkoba di Kesamben Jombang Ditangkap Lagi, Polisi Temukan Belasan Paket Sabu
“Pengalihan arus ini juga berlaku sebaliknya seperti pemudik dari Trenggalek atau dari Blitar yang hendak menuju Surabaya. Pada intinya kami alihkan agar pemudik ini tidak melalui wilayah perkotaan Tulungagung,” ungkapnya.
Demi menunjang pengalihan arus ini, Panji menyebut, pihaknya nanti akan menyiapkan sejumlah rambu pengalihan arus pada sejumlah titik yang dilakukan rekayasa lalu lintas.
Nantinya kurang lebih setidaknya ada delapan rambu pengalihan arus untuk mencegah pemudik memasuki wilayah perkotaan Tulungagung yang akan dipasang H-7 menjelang lebaran.
Terkait penentuan lokasinya, pihaknya masih terus melakukan pemetaan dan koordinasi dengan Satlantas Polres Tulungagung terkait titik mana saja yang akan digunakan untuk pengalihan arus.
Selain itu, pihaknya juga akan menambah durasi traffic light hijau pada sejumlah titik persimpangan yang nantinya akan dilalui oleh para pemudik.
“Kami berharap para pemudik bisa mematuhi kebijakan ini, sehingga pelaksanaan mudik lebaran tahun 2026 bisa berjalan lancar tanpa adanya penumpukan kendaraan,” pungkasnya.



















