Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan total 268 lembar uang diduga palsu pecahan Rp100 ribu.
Tak hanya RAN, petugas juga mengamankan sejumlah nama lain yang diduga terlibat dalam peredaran uang haram tersebut, termasuk SGP alias Paidi.
Dalam gelar perkara yang digelar pada 13 Maret 2026, penyidik menetapkan dua orang sebagai tersangka utama, yakni RAN dan SGP alias Paidi.
Keduanya dinilai telah memenuhi unsur pidana dengan didukung minimal dua alat bukti, berupa keterangan saksi dan barang bukti uang palsu.
Sementara itu, tiga orang lainnya yakni LVR, MMKH, dan DNI masih berstatus saksi. Penyidik menilai belum cukup bukti untuk menetapkan ketiganya sebagai tersangka, meskipun keterkaitan mereka dalam alur peredaran uang palsu masih terus didalami.
Baca Juga :Petugas Kesehatan di Tulungagung Masih Temukan Adanya Warga Menolak Vaksin, Ternyata ini Alasannya
Menariknya, dalam pengakuan salah satu saksi, uang palsu tersebut sempat digunakan untuk transaksi kecil seperti membeli makanan, rokok, hingga top up dompet digital—menunjukkan betapa masif dan berbahayanya peredaran uang palsu di tingkat masyarakat bawah.
Polisi kini tengah melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik kasus ini.
Berkas perkara terhadap dua tersangka juga akan segera dipisah (splitsing) untuk mempercepat proses hukum.
“Kasus ini dijerat dengan Pasal 36 Ayat (3) junto Pasal 26 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta Pasal 375 KUHP, dengan ancaman hukuman berat bagi para pelaku,” tegasnya.
Polres Batu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama dalam transaksi tunai maupun digital yang tidak jelas sumbernya.
Baca Juga :Masuk Hari Pertama Setelah Lebaran, Siswa SMP Negeri 1 Ngasem Gelar Halalbihalal
“Jangan mudah percaya, apalagi jika transaksi disertai tekanan atau iming-iming tertentu. Segera laporkan jika menemukan indikasi uang palsu,” tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan uang palsu kini semakin canggih, menyasar berbagai celah, bahkan melalui relasi personal yang dibangun lewat dunia maya.



















