Khusus di Pasar Among Tani, akan diterapkan teknologi bio-digester yang mampu mengubah limbah organik menjadi biogas, sekaligus menghasilkan pupuk cair dan padat.
Sementara di sektor hilir, TPA Tlekung bakal disulap menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pada 2028. Salah satu program unggulan adalah landfill mining atau penambangan sampah lama.
Tercatat, sekitar 135 ribu ton sampah lama menumpuk di lokasi tersebut. Nantinya, sampah akan diolah kembali untuk memulihkan lahan hingga dua hektare yang rencananya dimanfaatkan sebagai kawasan perkebunan rakyat.
Baca Juga :DPRD Kabupaten Kediri Soroti Peristiwa Lima Siswa Keracunan MBG
Namun, tantangan masih ada. Keterbatasan armada pengangkut menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Saat ini DLH baru memiliki tujuh unit truk aktif, sementara kebutuhan minimal mencapai 10 unit untuk mengangkut 50 ton sampah per hari.
Pemkot Batu pun membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta serta memanfaatkan bantuan LSDP untuk menambah armada.
Dengan langkah ini, Pemkot Batu optimistis sistem pengelolaan sampah bisa semakin modern, efisien, dan berkelanjutan. Targetnya jelas, Kota Batu tak lagi bergantung pada TPA, melainkan mampu menuntaskan persoalan sampah dari sumbernya.



















