Menurutnya, kesalahan kecil dalam mengamankan status quo TKP dapat berakibat fatal, mulai dari hilangnya barang bukti, terkontaminasinya jejak pelaku, hingga kaburnya arah penyidikan.
“Kita semua menyadari bahwa tindakan pertama di tempat kejadian perkara adalah garda terdepan dalam proses pengungkapan kasus. Keberhasilan penyidikan sangat bergantung pada bagaimana petugas pertama kali datang ke lokasi dalam mengamankan dan mengolah TKP,” jelasnya.
Melalui pelatihan dan perlombaan tersebut, Polres Kediri juga mendorong penerapan scientific crime investigation atau penyidikan berbasis ilmiah yang dimulai dari ketelitian dalam penanganan awal TKP.
Pada kesempatan itu, Kapolres juga memberikan sejumlah penekanan kepada peserta dan panitia. Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan integritas selama kompetisi berlangsung.
Kapolres juga mengingatkan bahwa dalam penanganan TKP, ketepatan jauh lebih penting dibanding kecepatan. Tindakan cepat tetap diperlukan, namun harus sesuai standar operasional prosedur agar tidak merusak barang bukti.
Ia juga meminta peserta menjadikan hasil perlombaan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan masing-masing. Sementara kepada para juri, Kapolres meminta agar penilaian dilakukan secara objektif, jujur, dan transparan.
Baca juga:Petani Cabai Kediri Keluhkan Naiknya Harga Plastik Mulsa
Dengan digelarnya lomba ini, Polres Kediri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat profesionalisme anggota sekaligus menjaga kualitas penegakan hukum yang modern, presisi, dan terpercaya di tengah masyarakat.



















