Namun, dengan sisa target serapan yang masih mencapai 34 ribu ton, Bulog berencana menambah dua gudang sewaan lagi. Saat ini, pengajuan izin penggunaan gudang tambahan tersebut masih dalam proses di Perum Bulog Pusat.
“Total saat ini ada 12 gudang, terdiri dari 6 milik sendiri dan 6 sewaan. Karena sudah penuh, kami ajukan tambahan 2 gudang lagi sehingga total menjadi 14 gudang,” jelasnya.
Penambahan gudang juga dilakukan karena Bulog tidak hanya menyerap beras, tetapi juga jagung untuk program SPHP. Pada 2026, Bulog Tulungagung ditargetkan menyerap 11 ribu ton jagung dari petani.
Hingga kini, realisasi serapan jagung telah mencapai 9 ribu ton atau sekitar 81,82 persen dari target. Bulog optimistis target serapan beras maupun jagung dapat tercapai secara maksimal.
Baca juga:Sekolah Rakyat Tulungagung Dibangun 2026, Sasar Anak dari Keluarga Prasejahtera
“Serapan beras kami optimistis segera mencapai 100 persen, sedangkan jagung tinggal menunggu masa panen. Kami juga akan menyiapkan gudang sesuai kebutuhan,” pungkasnya.



















