Dishub telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi pengendara, khususnya untuk arah Kediri–Nganjuk–Madiun, di antaranya: kawasan Pabrik PG Mrican, Jembatan Semampir, Jalan Mataram, Jalan Suparjan, Jalan Mastrip, Jalan Dr. Saharjo, Jalan Veteran, Jalan Penanggungan, Jalan Wachid Hasyim, Jalan Semeru, Jembatan Brawijaya, Jembatan Bandar, Jalan Raung, dan Jalan KH Agus Salim.
Pengendara diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang di sejumlah titik guna menghindari kepadatan dan kebingungan di lapangan.
Pekerjaan crossing saluran air ini bertujuan meningkatkan kapasitas drainase, sehingga dapat mencegah genangan maupun potensi banjir di kawasan sekitar jalan tol.
Metode yang digunakan berupa pemasangan box culvert tanpa mengganggu struktur jembatan layang.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini memang memerlukan penutupan sementara guna menghindari risiko kerusakan utilitas bawah tanah seperti pipa dan kabel.
Baca juga:PAD Pariwisata Kediri Triwulan I 2026 Tembus Rp1,1 Miliar
Pemerintah Kota Kediri mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan serta tetap berhati-hati selama melintas di sekitar area proyek.



















