Setibanya di lokasi, petugas mendapati kendala dalam proses evakuasi karena akses tangga yang sempit dan tidak memungkinkan dilalui tandu.
Baca juga:Sempat Tertunda, Penyaluran Bantuan Pangan Tulungagung Ditarget Rampung Sebelum 31 Mei 2026
“Jalur evakuasi melalui tangga tidak memungkinkan karena terlalu sempit, sehingga berisiko bagi korban,” jelasnya.
Setelah melakukan penilaian situasi, petugas akhirnya memutuskan mengevakuasi korban melalui balkon lantai dua. Proses evakuasi dilakukan menggunakan tandu basket dengan pengamanan ketat untuk mencegah risiko jatuh.
Selama proses evakuasi, korban dalam kondisi sadar meski terus merasakan nyeri hebat di bagian punggung.
Setelah berhasil diturunkan, korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Karneni Campurdarat untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kami harus sangat berhati-hati karena kondisi lokasi cukup sulit. Evakuasi melalui balkon menjadi pilihan paling aman untuk menghindari risiko yang lebih besar,” pungkas Iwan.



















