Menurutnya, keberadaan Brigif TP dan Yonif TP tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Baca juga:RPH Rp 8,7 Miliar di Ponorogo Masih Sepi Peminat, Belum Difungsikan Tahun Ini
“Biasanya dampaknya besar terhadap ekonomi warga. Bisa muncul warung, toko, dan usaha lainnya selama tertata rapi dan tidak mengganggu aktivitas prajurit,” jelasnya.
Jika pembangunan rampung sepenuhnya, batalyon tersebut diperkirakan akan ditempati lebih dari 1.000 prajurit TNI. Pada tahap awal, sekitar 500 hingga 600 prajurit direncanakan mulai menempati lokasi pada pertengahan Juli mendatang.
Pembangunan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal ditargetkan empat barak beserta fasilitas sanitasi dan instalasi listrik selesai dibangun.
“Selanjutnya akan dilanjutkan pembangunan perumahan dan fasilitas pendukung lainnya secara bertahap,” pungkasnya.



















