“Kami berhasil menjaring sebanyak 23 pelajar yang bolos sekolah di warung kopi. Mereka didata untuk kemudian dilaporkan ke masing-masing sekolah,” ungkapnya.
Baca juga:Bakar Sampah Dekat Kandang, Sebagian Rumah dan Kandang Ternak di Tulungagung Terbakar
Secara rinci, empat pelajar terjaring di Onderan Kota, empat pelajar di Pana Social, dua pelajar di Kono Kae, dua pelajar di Bos’e Pinka, dan 11 pelajar di Angkringan Pinka.
Mayoritas pelajar yang terjaring merupakan siswa SMP sebanyak 15 orang, sedangkan sisanya merupakan pelajar tingkat SMA dan SMK.
Selain pendataan, petugas juga memberikan edukasi dan pembinaan langsung di lokasi agar para pelajar memahami pentingnya mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan tidak mengulangi tindakan serupa.
Antas menegaskan, razia pelajar bolos sekolah akan terus dilakukan secara berkala mengingat masih banyak laporan masyarakat terkait aktivitas pelajar di warung kopi saat jam belajar.
“Dikarenakan saat ini menjelang libur sekolah, razia akan kembali kami lakukan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai. Kami juga akan melaksanakan razia rutin secara berkala,” pungkasnya.



















