Jamasan Tombak Kyai Upas Masuk Kalender Wisata, Namun Masih Minim Pengunjung

Prosesi jamasan tombak Kyai Upas untuk menyucikan dan membersihkan karat pada tombak, dimana kegiatan ini hanya boleh dihadiri oleh tamu laki-laki.
Prosesi jamasan tombak Kyai Upas untuk menyucikan dan membersihkan karat pada tombak, dimana kegiatan ini hanya boleh dihadiri oleh tamu laki-laki.(foto: mochammad sholeh sirri)

Meski demikian, jumlah pengunjung yang hadir saat prosesi berlangsung masih relatif sedikit. Mayoritas peserta yang hadir berasal dari kalangan abdi dalem, pejabat daerah, dan pemerhati budaya.

Menurut Ardian, minimnya jumlah pengunjung kemungkinan dipengaruhi momentum libur sekolah yang membuat banyak masyarakat memilih berwisata ke luar daerah.

Baca juga:Dua Penjambret Pedagang Sayur di Tulungagung Ditangkap, Satu Pelaku Residivis Kambuhan

Read More

“Mungkin ini masih libur sekolah, jadi banyak pelajar dan keluarganya yang masih berlibur di luar kota,” katanya.

Disbudpar Tulungagung berencana melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menarik kunjungan wisatawan pada pelaksanaan jamasan tahun mendatang. Salah satunya melalui promosi yang dilakukan lebih awal dan lebih masif.

Pemerintah daerah berharap ritual budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut dapat semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Tulungagung.

“Tahun depan, kami akan promosikan jamasan Tombak Kyai Upas sejak awal tahun agar lebih banyak masyarakat dan wisatawan yang datang,” pungkas Ardian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *