“Produksi telur tetap berlangsung setiap hari, tetapi permintaannya turun karena Program MBG berhenti sementara selama libur sekolah. Akibatnya stok melimpah dan harga ikut terkoreksi,” jelasnya.
Selain menggerakkan ASN, Pemkab Ponorogo juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memperluas pemasaran telur.
Salah satunya melalui bazar yang melibatkan produk peternak lokal agar hasil produksi lebih cepat terserap masyarakat.
“Pemerintah daerah harus hadir memberikan solusi. Kami akan mengoptimalkan berbagai cara, termasuk bazar, supaya telur peternak Ponorogo lebih banyak terserap pasar,” ujarnya.
Baca Juga :Kuota LPG 3 Kg Tahun 2026 di Kabupaten Kediri Sebanyak 55.560 MT
Saat ini harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut dinilai belum menguntungkan bagi peternak sehingga dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.



















