“Pelayanan pendidikan harus tetap ditingkatkan meskipun tidak mendapatkan siswa baru atau pagunya tidak terpenuhi,” katanya.
Baca juga:SPMB 2026: Tiga SD di Tulungagung Nihil Pendaftar, Sejumlah Sekolah Hanya Dapat 1-2 Murid
Menurut Rifka, kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah terus menurunnya jumlah anak usia sekolah dasar di Kabupaten Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan jumlah calon peserta didik itu berdampak langsung pada berkurangnya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut dinilai menjadi indikator keberhasilan program keluarga berencana (KB) yang selama ini dijalankan pemerintah.
Selain faktor demografi, persaingan antar sekolah juga memengaruhi distribusi jumlah siswa baru. Sejumlah sekolah dinilai lebih diminati karena faktor lokasi, fasilitas, maupun kualitas layanan pendidikan.
Karena itu, Disdik menilai minimnya jumlah siswa baru di ratusan sekolah bukan semata-mata disebabkan oleh sistem penerimaan murid baru yang diterapkan tahun ini.
“Tahun ini jumlah anak yang masuk SD berkurang sekitar 2.000 siswa dibandingkan sebelumnya. Ke depan kami berencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pengaturan dan pembatasan pagu di SD negeri maupun swasta,” pungkasnya.



















