“Musim kemarau membuat sumber mata air surut. Selain itu, kondisi geografis yang berada di daerah pegunungan juga menjadi faktor penyebab warga kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Baca juga:KPK Periksa Lima Saksi, Dalami Dugaan Penerimaan Uang Bupati Nonaktif Tulungagung
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD Tulungagung sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan tandon air kepada masyarakat di wilayah rawan kekeringan. Tandon tersebut digunakan untuk menampung pasokan air selama musim kemarau berlangsung.
Setiap tandon memiliki kapasitas hingga 1.200 liter dan ditempatkan di sejumlah titik yang membutuhkan.
“Pada awal tahun ini kami sudah mendistribusikan 50 tandon air ke wilayah-wilayah yang rawan kekeringan. Saat ini permintaan bantuan air bersih mulai meningkat seiring musim kemarau,” tambah Teguh.
BPBD Tulungagung terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah dan siap menyalurkan bantuan tambahan apabila kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat.



















