Diakuinya, untuk pengadaan tenaga surya melalui solar panel tidak murah. Dibutuhkan biaya yang besar. Tetapi itu bisa disiasati dengan system angsuran atau cicilan.
Dengan begitu, solar panel bisa diberdayakan dan harapannya bisa mengurangi beban listrik.
“Efisiensi juga penting. Tetapi BUMD setidaknya bisa menjadi penopang dalam hal pendapatan asli daerah atau PAD,” jelasnya.
Baca Juga :Tagihan Listrik PJU di Tulungagung Hemat Rp1,8 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya
Terobosan di PDAM, menurut Mas Ipin adalah salah satu harapan yang bisa diwujudkan. Selain PDAM, ada pula BUMD yang diminta untuk menggenjot capaian target. Seperti BPR Jwalita Trenggalek.
Caranya di antaranya inovasi dalam rangka menarik simpati kepada warga untuk menabung.
Seperti dengan menggelar undian berhadiah dan lain sebagainya. BPR Jwalita terdapat program kredit berjuluk Pedagang Pasar (Gangsar) yang digulirkan sejak 2016 sampai sekarang masih berlangsung.
Digulirkannya program itu dalam rangka untuk meminimalisasi agar pedagang tak terjerat utang dari pinjaman angsuran yang mencekik.



















