Menurutnya, tema “Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi dalam Tradisi” menjadi semangat membangun Kota Kediri yang maju tanpa meninggalkan akar budaya.
“Sejarah tidak cukup dikenang, tetapi harus dipelajari, dirawat, dan diwariskan. Mari bersama menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta terus berinovasi untuk mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN,” ujar Vinanda.
Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, M.Hum., mengapresiasi komitmen Pemkot Kediri yang terus melestarikan tradisi Manusuk Sima sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
“Manusuk Sima bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi media untuk menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat terhadap sejarah dan jati diri daerah. Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari penguatan identitas budaya bangsa,” ungkapnya.
Baca Juga :Peringati 30 Tahun Kudatuli, PDIP Kabupaten Blitar Tanamkan Sejarah Perjuangan kepada Kader Muda
Prosesi Manusuk Sima menjadi simbol bahwa kemajuan Kota Kediri tidak hanya dibangun melalui inovasi, tetapi juga dengan menjaga sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para leluhur selama lebih dari 11 abad.



















