Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Ratusan bibit mangrove ditanam di area Pantai Taman Kili-kili di wilayah Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek. Aksi tanam pohon dalam rangkaian kegiatan HUT ke-78 Brimob dan HUT ke-73 Polair.
Tujuannya untuk mempertahankan kestabilan bentang alam pesisir serta penguatan ekonomi hijau (green economy).
“Selain itu ada kegiatan pelepasliaran puluhan ekor tukik atau anak penyu sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono.
Dengan penguatan lapisan mangrove itu menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan terjadinya pengikisan tanah daratan atau abrasi laut yang berpotensi menimbulkan berbagai macam kerusakan dan degradasi lingkungan. Selain itu keberadaan mangrove itu sekaligus sebagai upaya mereduksi dampak kerusakan dari bencana tsunami.
“Ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian alam dan habitat laut,” imbuhnya.
Selain itu, mangrove juga dinilai berperan besar dalam pengendalian perubahan iklim melalui kemampuannya menyimpan dan menyerap karbon 4-5 kali lebih banyak dari hutan tropis daratan. Termasuk dampak perekonomian hijau dengan adanya mangrove, karena ekosistem mangrove memiliki multi manfaat. Seperti misalnya lahan budidaya perikanan hingga wisata alam.



















