Kediri, SEJAHTERA.CO – Saat puncak musim kemarau dan peralihan musim kemarau ke musim hujan, warga Dusun Bangsri Desa Ngetrep, Dusun Tumpaknongko dan Dusun Baran Desa Ponggok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri masih mendapatkan suplai air bersih dari BPBD Kabupaten Kediri.
Untuk saat ini sudah memasuki bulan kedua warga tiga dusun di dua desa tersebut kekurangan air bersih. Hal ini disebabkan debit air sumur warga mengering dan sumber mata air juga mengering. Jika warga mengambil air bersih ke sumber air jaraknya cukup jauh.
Stefanus Joko Sukrisno Kepala BPBD Kabupaten Kediri menjelaskan, tiga dusun tersebut setiap dua kali sehari suplai air bersih dan disuplai pagi dan sore hari. Selain di tangki penampungan air bersih warga menyiapkan tangki dan drum di halaman rumah.
Baca Juga :BKPSDM Ponorogo Umumkan Ribuan Pendaftar CPNS Berhak Ikuti Seleksi Tulis, ini Jumlahnya
‘Pagi hari kami menyuplai satu tangki dengan kapasitas 4 ribu liter. Sehingga satu hari bisa kami suplai sebanyak 24 ribu liter air bersih. Yang utama kebutuhan air bersih untuk warga di tiga dusun tersebut tercukupi untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujarnya, Senin (30/9/2024).
Joko menambahkan, untuk atasi kekurangan air bersih ini, Pemkab Kediri berencana membuat sumur bur di akhir tahun. Dengan harapan warga di saat musim kemarau tahun berikutnya tidak kekurangan air bersih.
Baca Juga :Oknum Guru Pelempar Kayu Berpaku Maut di Blitar Terancam jadi Tersangka
“Biasanya untuk memudahkan warga mendapatkan air bersih disalurkan melalui pipa – pipa ke rumah warga. Di tiga dusun ini jika musim penghujan debit air sumur naik, demikian juga sumber mata airnya juga naik,” imbuhnya.



















