Batu, SEJAHTERA.CO – Para penyandang disabilitas termasuk salah satu kelompok rentan yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Selama ini mereka masih dipandang dengan stereotip negatif dan ditempatkan sebagai warga negara kelas dua.
Baca Juga :Masalah Warisan, Perempuan Bumiaji Kota Batu Tewas Dibakar Adiknya Sendiri saat Salat
Faktor inilah yang mengakibatkan rapuhnya perlindungan dan pemenuhan hak kelompok disabilitas. Sehingga dalam praktiknya, masih banyak ditemukan diskriminasi dan kerap terpinggirkan.
Pengaruh utama terhadap perlindungan dan pemenuhan hak kelompok disabilitas menjadi komitmen yang diusung oleh paslon nomor 2 Pilkada Batu 2024, Nurochman-Heli Suyanto.
Hal itu ditegaskan oleh cawawali, Heli Suyanto saat berkunjung ke Balai Rehabilitasi Anak Disabilitas Yayasan Anugerah Kasih, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu.
Baca Juga :Apotek Tsabita Farma Kota Batu Disatroni Kawanan Maling, Begini Kejadiannya
Dengan hati terbuka, Heli Suyanto mendengarkan dan mencatat setiap masukan dari para wali murid. Baginya, setiap aspirasi yang disampaikan ini sangat berarti bagi untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
“Senang sekali bisa berkunjung ke sini. Saudara-saudara kita yang disabilitas adalah bagian tak terpisahkan, bersama-sama kita melangkah untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan,” ujar Heli Suyanto, Rabu (30/10/2024).
Menurutnya, pemerintah bersama komponen lainnya harus menciptakan persamaan kesempatan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga :Dana Proyek P3-TGAI di Nganjuk Diduga Ada Potongan, Pegiat LSM Angkat Bicara
Karena itu, menjadi pintu pembuka untuk mewujudkan lingkungan inklusif dan ramah difabel pada ruang-ruang publik secara berkelanjutan.
Agar para kelompok difabel ini dapat menyalurkan potensi dirinya di segala aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Heli Suyanto mengatakan, inklusivitas mengedepankan asas penghormatan dan penghargaan serta tidak diperlakukan secara diskriminatif.
Baca Juga :Hujan Angin Hajar Wilayah Pare, Belasan Pohon Besar Tumbang
Kerangka ini perlu dibangun dalam perspektif hak asasi manusia dan kesetaraan dalam pemenuhan hak disabilitas.



















