Kediri, SEJAHTERA.CO – Guna mempersiapkan kapasitas SDM dalam mengkaji dampak bencana di Kota Kediri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar Bimtek Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), Selasa sampai Jumat(2-5/7/2024).
Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Kilisuci Pemkot Kediri tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana cara mengkaji kebutuhan pasca bencana dan penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana secara tepat.
“Kegiatan hari ini adalah proses peningkatan kapasitas tim Jitupasna untuk memiliki kemampuan menyusun dokumen pengkajian kebutuhan pasca bencana,” jelas Indun Munawaroh, Kalaksa BPBD Kota Kediri.
Tak hanya diikuti BPBD Kota Kediri, akan tetapi beberapa OPD bersama civitas akademika, TNI dan Polri yang tergabung ke dalam Tim Jitupasna Kota Kediri Tahun 2024 juga hadir dalam Bimtek ini. Indun menerangkan, nantinya Tim Jitupasna ini akan berperan apabila suatu saat Kota Kediri ditetapkan dalam status tanggap bencana.
Baca Juga: Kasus Balita Dikubur di Samping Rumah, Ayah Korban Bukan Warga Asli Kediri
“Jadi penyelenggaraan penanggulangan tanggap bencana ada tiga tahap: pra bencana, saat tanggap darurat, dan pasca bencana. Tim kami akan bertugas setelah status tanggap bencana itu terjadi,” ujarnya.
Adapun komponen yang dianalisis dan dikaji meliputi dampak sekaligus akibat bencana, kemudian ditentukan kebutuhan untuk pemulihan. “Setelah semuanya jadi sebuah dokumen, maka dokumen ini yang menjadi dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekontruksi selanjutnya,” terang Indun.



















