Blitar, SEJAHTERA.CO – Warga Kabupaten Blitar harus memulai untuk bisa memilah dan memilih sampah. Pasalnya, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi saat ini statusnya sudah overload alias penuh.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, saat ini pihaknya tengah mencari cara agar pengelolaan sampah benar-benar maksimal. Pasalnya TPA Tegalasri, tempat sampah terbesar saat ini mengkhawatirkan.
“Memang kondisinya sudah penuh. Karena hampir tiap hari selalu kedatangan sampah dalam jumlah banyak. Makanya, saat ini kami mulai mencari Solusi,” katanya, Senin (21/4/2025).
Baca Juga :Santri Korban Pencabulan Bapak Kamar Jalani Pendampingan Psikologis
Dia mengatakan, dalam sehari rata-rata sampah yang masuk ke TPA Tegalasri, minimal 50 ton per hari. Sampah-sampah itu berasal dari sejumlah kecamatan di Blitar timur. Di antaranya Wlingi, Talun, Gandusari, Selopuro, Garum dan Kanigoro. Sementara luas lahan TPA 5,74 hektar.
Jika tak segera dicari Solusi, nantinya TPA jelas menggunung. Nantinya, kecamatan-kecamatan itu bakal kesulitan mencari tempat untuk sampah. “Status sampah di Tegalasri itu adalah TPA,” katanya.



















