Jombang, SEJAHTERA.CO – Peristiwa kebakaran di Pasar Kliwon Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Seperti dikatakan Imam Baihaki, Kepala Desa Mojoduwur. Ia mengungkap adanya upaya aksi penipuan atau pemerasan oleh seseorang yang mengaku sebagai Kasat Polres Jombang dan meminta biaya untuk menerjunkan tim investigasi kebakaran.
Baca Juga :Dahului Mobil dan Tabrak Bus, Wanita Kediri Meregang Nyawa
Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (10/5/2025) pagi, saat pihak desa bersama Kepala Pasar sedang mendata dampak kerusakan akibat kebakaran sehari sebelumnya. Imam mengatakan, ia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pejabat kepolisian dan ingin menghubungi pihak terkait peristiwa kebakaran.
“Setelah kami melakukan identifikasi penyebab kebakaran di Pasar Mojoduwur pagi tadi, termasuk mendata kerugian dan jumlah kios yang terbakar, tiba-tiba sekitar pukul 08.00 WIB saya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kasat Polres Jombang. Ia meminta dihubungkan dengan pihak yang bersangkutan dengan kejadian, lalu saya arahkan ke Kepala Pasar. Namun kemudian, oknum itu justru meminta uang Rp2 juta hingga Rp5 juta. Saya langsung meminta Kepala Pasar agar tidak mengirimkan uang ke rekening yang dikirimkan oleh orang tersebut,” jelas Imam Baihaki.
Mengetahui permintaan yang mencurigakan, Imam segera meminta Kepala Pasar, Wadi, agar tidak menanggapi permintaan tersebut dan tidak mengirim uang ke rekening yang diberikan oleh oknum. “Setelah itu, semua pesan yang dikirim ke saya oleh oknum itu ditarik kembali. Ini menunjukkan jelas bahwa itu modus penipuan,” tegasnya.
Baca Juga :Insiden Pelemparan Bus Persik Kediri, Divaldo Alves Akui Tak Trauma
Imam memastikan bahwa permintaan uang tersebut bukan berasal dari aparat penegak hukum.



















