PONOROGO, SEJAHTERA.CO – Sejumlah pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Ponorogo tiba-tiba menggeruduk rumah dinas bupati.
Kedatangan para pegawai Dispendukcapil tersebut guna bertemu dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Dengan nada mengadu, Sekretaris Dispendukcapil, Heru Purwanto meminta perlindungan kepada Bupati Ponorogo atas kasus yang sedang menyeret nama Dispendukcapil karena terlibat dalam kredit fiktif di Bank BRI.
BACA JUGA : Ngantuk, Innova Tabrak Truk di Kota Blitar hingga Ringsek Total
“Kami ingin meminta perlindungan kepada Pak Bupati, kami bekerja sudah sesuai dengan prosedur tetap dalam menerbitkan data Kependudukan,” ungkap Hero kepada Bupati Sugiri Sancoko sambil menangis.
Menanggapi hal tersebut, Sugiri Sancoko menyebut selama bekerja secara profesional dan sesuai dengan SOP dalam melayani masyarakat maka tidak perlu takut dengan proses hukum yang berjalan.
“Saya kaget tiba-tiba kok datang ramai ramai minta perlindungan. Tapi saya katakan selama bekerja sesuai prosedur tidak perlu takut,” tegas Bupati Ponorogo.
Kang Giri sapaan Bupati Ponorogo juga menegaskan bahwa Pemkab Ponorogo menghormati seluruh proses penyidikan yang tengah ditangani oleh kejaksaan. Pun, pihaknya akan bersifat kooperatif dan terbuka dalam kasus tersebut.
BACA JUGA : Grup Facebook “Gay Jaranan Kediri, Nganjuk dan Sekitarnya” Bikin Geger, Diduga Ada Warga Patianrowo
“Tidak perlu panik dan gelisah. Jika memang benar akan terbukti benar kalau salah maka hukum akan menemukan jalannya sendiri,” imbuhnya.
Di lain sisi, pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan pegawai pemkab baik ASN maupun tenaga honorer. Jika memang terbukti maka hukumnya adalah pemecatan penghentian sebagai pegawai.
“Saya percaya rekan-rekan Dukcapil sudah bekerja secara SOP saya ucapkan terima kasih. Sekali lagi saya sampaikan mudah bukan berarti bocor, mudah bukan berarti loosing control,” pungkasnya.



















