Ratusan Ekor Hewan Kurban di Blitar Terinfeksi Cacing Hati, Imbau Tak Dikonsumsi

Ratusan Ekor Hewan Kurban di Blitar Terinfeksi Cacing Hati, Imbau Tak Dikonsumsi
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat cek kelayakan hewan kurban beberapa waktu lalu. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Penyembelihan hewan kurban di Blitar raya sudah usai. Hasilnya, petugas menemukan ratusan hewan yang penyakitan.

Di Kota Blitar misalnya. Petugas yang tergabung dalam tim Kesehatan hewan di lingkup Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan hewan yang terkena penyakit.

Di antaranya penyakit cacing hati sebanyak 201 ekor. Ada pula hewan kurban yang terjangkit pnemunioa dan lain sebagainya.

Read More

“Ratusan organ yang terkena penyakit kami sarankan untuk tidak dikonsumsi. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala DKPP Kota Blitar, drh Dewi Masitoh, Selasa (10/6/2025).

Baca Juga :Cara Aman Menyimpan Daging Kurban di Lemari Es

Dia menjelaskan, setiap agenda hari kurban, pihaknya menerjunkan tim khusus. Tim itu bertugas untuk meneliti atau mengecek hewan kurban.

Baik sapi, lembu, domba hingga kambing. Itu untuk memastikan hewan kurban layak konsumsi. Berdasarkan pantauan selama masa penyembelihan, pihaknya mendeteksi adanya organ hati yang terkena cacing hati.

Jumlahnya ada 201 ekor, baik hewan kurban sapi dan kambing. Sementara penyakit lainnya seperti pnemunioa atau bercak-bercak putih pada paru-paru ada delapan ekor sapi. “Sesuai prosedur kami sarankan tak dikonsumsi,” katanya.

Perempuan berhijab ini menambahkan, pada kurban kali ini, pihaknya mengerahkan puluhan petugas ke lapangan tersebar di tiga kecamatan. Ada setidaknya 348 titik yang sudah didatangi.

Baca Juga :5 Fakta Mengejutkan Film The Ugly Stepsister, Sisi Gelap Cinderella yang Belum Pernah Kamu Dengar!

Mulai rumah pemotongan hewan atau RPH, masjid, sekolah, musala dan lokasi-lokasi penyembelihan lain. Sementara jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 1.926 ekor terdiri dari sapi, domba hingga kambing.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *